
Pondok Pesantren Darul Qur’an al-Islamy adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1991. Tepatnya pada hari Rabu tanggal 30 Januari 1991. Diresmikanlah pondok pesantren dengan nama Darul Qur’an al-Islamy oleh Gubernur Jambi ke-5, yakni Bapak H. Abdurrahman Sayoeti.
Tokoh yang menginisiasi berdirinya Pondok Pesantren Darul Qur’an al-Islamy ialah Bupati Batang Hari ke-3 yakni Bapak H. Hasip Kalimudin Syam (1981-1991) yang menginginkan adanya lembaga pendidikan Islam di Batang Hari yang bisa menjadi pilot project lembaga pendidikan Islam yang mampu mengimbangi arah kebutuhan zaman. Pesantren yang dimaksud adalah pesantren yang di dalamnya terdapat pendidikan agama yang kental terwakili dalam pembelajaran al-Quran, kitab kuning, bahasa arab dan lain sebagainya, sekaligus ada juga lembaga formal bercorak modern yang diharapkan bisa membekali lulusannya lebih optimal dalam kiprahnya di masyarakat. Dan cita-cita tersebut dilanjutkan oleh bupati penggantinya yakni Bapak H. Saman Chatib (1991-2001).
Di atas lahan seluas lebih kurang 20 hektar, berbagai infrastruktur lembaga pendidikan dibangun, mulai dari Masjid, ruang belajar, aula pertemuan, klinik kesehatan, perumahan pengasuh, perumahan ustadz, asrama untuk santriwan dan untuk santriwati, beserta bangunan pendukung lainnya sepertihalnya MCK dan sumur gali. Disekitaran lokasi pesantren, sebagian lahannya dimanfaatkan untuk kebon sawit dan karet.
Pendirinya adalah KH. Mahfudz Thoha, Lc.Q, seorang Ulama pakar al-Quran berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Beliau adalah sarjana al-Quran lulusan Kampus Timur Tengah, yakni Universitas Islam Madinah. Pada awalnya, beliau merintis pesantren ini bersama beberapa saudara, kerabat dan family hingga berkembang dengan sangat pesat. Adalah KH. Asy’ari Thoha, BA. adik beliau yang membantu beliau mendirikan lembaga formal MTs dan Aliyah sekaligus menjadi Kepada Madrasah Pertama. Hj. Nurhikmah Thoha bersama suami, H. Muhidin Nawawi, BA. adalah adik beliau yang berperan dalam aspek pembangunan dan pemenuhan kebutuhan santri dan para pengajar. Disamping itu ada KH. Lutfillah Baidlowi, (menantu beliau) yang mengkoordinir bidang kitab kuning dan pengembangan bahasa Arab dan Inggris.